=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000017177 =005 20240619081610 =035 ##$$a 0010-0624000080 =007 ta =008 240619################g##########0#ind## =020 ##$$a 979 798 775 2 =082 ##$$a 352.239 =084 ##$$a 352.239 JAN w =100 #$$a Janis, Roy. B.B. =245 1#$$a Wapres : Pendamping atau Pesaing? : $b Peranan Wakil Presiden Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia /$c Roy. B.B. Janis =250 ##$$a Cetakan ke 1 =260 ##$$a Jakarta :$b Bhuana Ilmu Populer,$c 2008 =300 ##$$a xix, 376 halaman : $b ilus ; $c 23 cm =650 #4$$a Kekuasaan Eksekutif =520 ##$$a Di dalam sejarah ketatanegaraan di negara kita telah terjadi beberapa kali pergantian wakil presiden, dimulai dari zaman Dwitunggal Soekarno-Hatta, kemudian zaman orde baru berturut-turut yang menjadi wakil presiden adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Adam Malik, Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, Try Sutrisno, dan B.J. Habibie. Setelah itu di era reformasi ada Megawati dan Hamzah Haz, serta Jusuf Kalla yang dipilih langsung oleh rakyat lewat pemilu tahun 2004. Pada masa Dwitunggal Soekarno-Hatta, kedudukan wakil presiden mempunyai ciri tersendiri dibanding dengan kedudukan wakil presiden pada masa orde baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto. Malahan pada masa orde baru ada semacam ungkapan sinis terhadap kedudukan wakil presiden yaitu istilah "ban serep". Walaupun ungkapan ini cenderung bernada sinisme politis, namun perlu juga disimak makna intinya, apakah benar demikian kedudukan dan fungsi dari wakil presiden itu sendiri? =990 ##$$a 100112689 =990 ##$$a 100112690 =990 ##$$a 100112691