=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000019455 =005 20250224024716 =035 ##$$a 0010-0225000412 =007 ta =008 250224################|##########|#|## =084 ##$$a R 0001 PKN II 2024 =100 #$$a Maman Firman Syah =245 1#$$a Optimalisasi Investasi Melalui Kendari Investment Center /$c Maman Firman Syah =250 ##$$a 1 =260 ##$$a Jakarta :$b Pusbangkom Pimnas,$c 2024 =300 ##$$a 43 : $b ilus ; $c 29 x 21 x 0,5 =650 #4$$a Layanan =520 ##$$a Investasi adalah langkah awal kegiatan produksi dan menjadi faktor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, investasi pada hakekatnya juga merupakan langkah awal kegiatan pembangunan ekonomi. Dinamika penanaman modal mempengaruhi tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi, mencerminkan tinggidan lesunya pembangunan. Perkembangan investasi di Indonesia saat ini semakin pesat, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk melakukan investasi. Investasi merupakan salah satu instrument dalam sistem perekonomian suatu bangsa yang sangat penting, tidak mengherankan jika di negara maju maupun negara berkembang berusaha secara optimal untuk menjadi tujuan investasi guna menggerakkan roda perekonomian yangberhubungan langsung dengan sistem produksi, kegiatan perdagangan dan ekspor serta kegiatan ekonomi masyarakat pada umumnya. Ruang lingkup ini tidaklahberlebihan jika dikemukakan bahwa kehadiran investasi merupakan suatu hal yang signifikan dalam pembangunan nasional atau tepatnya dalam menggerakkan roda perekonomian yang dilakukan pemerintah. Peranan sistem pelayanan terpadu (One Stop Service) dalam pembentukan kebijakan investasi oleh pemerintah adalah bagian dari prioritas paket kebijakan yang harus dipersiapkan daerah dalam rangka peningkatan investasi. Agar investor baik dalam negeri ataupun asing tertarik untuk menanamkan modalnya, pemerintah daerahbaiknya mengetahui perihal apa saja yang perlu dibenahi, dengan pertimbangan skala prioritas yang harus dipersiapkan, salah satunya adalah penguatan institusi dan kelembagaan serta kepastian hukum. Peluang bisnis dan investasi di Kota Kendari sangat terbuka lebar bagi para investor baik dalam negeri maupun manca negara untuk berbagai sektor kegiatan. Realisasi PMDN yang tergolong masih rendah di tahun 2023 yaitu Rp.566,509,800,000 miliar dan Realisasi PMA juga masih rendah yaitu Rp.210.688.162,289 pada tahun 2023, yang berada dibawah target realisasi investasi yang direncanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP sejumlah Rp 1,2 Triliun.Hal ini selanjutnya munculkan permasalahan yang dihadapi oleh DPMPTSP Kota Kendari dalam memaksimalkan realisasi investasi belum maksimal dikarenakan belum optimalnya iklim investasi daerah. =856 ##$$a Perpustakaan Pusat LAN =990 ##$$a 2024/1.2.2/A/0001