=LDR 00000nam 2200000 4500 =247 ##$$a =Wor $a 73 =856 ##$$a Perpustakaan Pusat LAN =700 #$$a =650 #$$a SDM =520 #$$a Sebagai organisasi besar, visi misi Polri harus selaras dengan tujuan nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko widodo untuk Indonesia 2019-2024 yaitu, pembangunan sumber daya manusia ((SDM) yang unggul.dan dilanjutkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subijanto melalui Asta Cita ke 4 yaitu Memperkuat Sumber Daya Manusia(SDM),Sains,Teknologi,Pendidikan, Kesehatan,Prestasi,Kesetraan Gender,serta Pemnguatan peran perempuan,Pemuda dan Penyandang disabilitas Untuk mewujudkan SDM Polri yang unggul, Staf Sumber Daya Manusia Polri menindaklanjuti dengan sasaran strategis yang dituangkan dalam Renstra SSDM yaitu Profesionlisme SDM dengan Arah Kebijakan Peningkatan kuantitas SDM dan Peningkatan Kualitas SDM. Peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan Polri yang siap kerja dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik serta kepuasan masyarakat dan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan pengasuh peserta didik. Dalam pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan ini, selain melaksanakan proses pembelajaran juga melaksanakan proses pengasuhan. Secara umum pengasuhan dilaksanakan oleh orang tua, pendidik dan pengasuh yang dengan seksama memberikan pendidikan dan pelatihan karakter kepada anak supaya mereka menjadi orang yang berguna. Pola pengasuhan dalam Pendidikan Polri dilakukan oleh personil Polri yang ditunjuk oleh kepala satuan pendidikan sebagai pengasuh. Sesuai dengan Keputusan Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri: Salah satu peran utama dari pengasuh adalah sebagai orang tua dimana pengasuh harus mampu memberikan solusi bagi peserta didik bila memiliki permasalahan selama proses pendidikan,pengasuh harus mampu memberikan bimbingan dan konseling sehingga peserta didik dapat mengikuti proses pendidikan dan tidak ada pelanggaran. Namun kenyataannya, masih ditemukan pelanggaran dari peserta pendidikan dan pelatihan Polri. Berdasarkan Hasil FGD dan supervisi yang dilakukan oleh Karobindklat Lemdiklat Polri Polda terkait dengan kompetensi pengasuh, ditemukan bahwa Pengasuh peserta didik Polri:Kurang memahami, adanya gap antaranya kondisi peserta yang berasal dari saat ini berasal dari generasi Gen Z dan kurang memiliki latar belakang pendekatan Psikologi Pendidikan; dan Tidak memiliki kompetensi konseling yang memadai sehingga berdampak kepada ketidakmampuan pengasuh di dalam mengelola permasalahan siswa selama proses pendidikan dan pelatihan Proyek perubahan ini bertujuan membekali pendidik dan pengasuh Peserta Didik Polri dengan Ketrampilan Konseling, Psikologi Pendidikan melalui pelatihan konseling, sertifikasi konseling sehingga Pengasuh dalam proses pengasuhan mampu membantu, memotivasi, memecahkan permasalahan yang dialami peserta didik.dan peserta didik dapat menyesuiakan diri, nyaman selama mengikuti pendidikan. Outputnya terbangun SDM Polri yang Profesional, Tangguh, empati,Peduli dan Siap melayani Masyrakat. =321 ##$$a =310 ##$$a =300 ##$$a 45 $b 0 $c $e 0 =260 ##$$a Jakarta : $b Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN, $c 2024 =001 $a INLIS000000000020839 =245 ##$$a Strategi Membangun SDM Polri Yang ProfesionaL Menuju Polri Yang Profesional Menuju Polri Yang Presisi $b (Role Model Konseling Bagi Pengasuh Peserta Didik Polri $c Agus Yulianto =100 #$$a Agus Yulianto =084 ##$$a R 0062 PKN I 2024 =082 ##$$a =035 ##$$a 0010-0326000002 =022 ##$$a =008 $a 260303###########################0###### =005 $a 20260303092041