=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000005982 =005 20191021022334 =035 ##$$a 0010-1019000101 =007 ta =008 191021################g##########0#ind## =082 ##$$a 300 =084 ##$$a 300 Soe a =100 #$$a S. Soedjito =245 1#$$a Aspek Sosial Budaya dalam Pembangunan Pedesaan /$c Soedjito S. =250 ##$$a Cet.1 =260 ##$$a Yogyakarta :$b PT. Tiara Wacana Yogya,$c 1987 =300 ##$$a xiv, 164 hal. : $b ilus ; $c 21 cm =650 ##$$a Pembangunan Pedesaan =520 ##$$a Kalaulah bisa, sebuah model pembangunan yang dicanangkan di setiap negara berkembang, sebelumnya haruslah dimulai dari pengenalan masalah-masalah pedesaan. Tetapi pengandaian semacam ini memang sangat muskil. Ketika 150 juta manusia serentak meminta, hanya satu jawaban tersisa pemangunan nasional harus dimulai saat itu juga. Maka, derapnya bagai kuda Troya, menggapai apa pun yang terdekat sambil membidik sasaran jauh. Kini setelah dua dasawarsa kita membangun, kian dirasakan perlunya dikedepankan kearifan serta kedewasaan dalam mengemudikan arah pembangunan. Jaman kuda Troya memang sudah berlalu. Pembangunan musti berjalan pada logikanya yang benar, sebagai "sebuah proses perubahan sosial berdasarkan tata nilai tertentu" (UNRISD, 1972). Tata nilai yang dimaksud adalah sebuah tata nilai yang berpijak pada kepentingan lapisan masyarakat yang terbanyak. Bagi negara kita yang mayoritas penduduknya tinggi di pedesaan, hal itu berarti, pembangunan haruslah beranjak dari sebuah tata nilai yang berorientasi pada kepentingan masyarakat pedesaan. Desa merupakan determisasi struktural yang menentukan berhasil atau tidaknya pembangunan nasional kita. =856 ##$$a Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara =990 ##$$a 24611