<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000000286</controlfield>
    <controlfield tag="005">20190524101254</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0718000286</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">190524################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978602135385</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.598</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">320.598.Ist.p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Istianto, Bambang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Potret Buram Politik Indonesia /</subfield>
      <subfield code="c">Bambang Itianto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Mitra Wcana Media,</subfield>
      <subfield code="c">2014</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Politik Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320.598 Ist p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Ed.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xii, 284 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">24 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Desain pembangunan sistem politik era refirmasi memiliki potensi yang tanpa disadari menghancurkan kehidupan Bangsa dan Negara Indonesi. Indikasinya adalah semakin meningkatnya peta konflik "dan meluasnya korupsi", baik di suprastruktur politik maupun infrastruktur politik. Hasil Pemilukada menimbulkan konflik di berbagai daerah, misalnya; di Kotawaringin Kalteng (2012), kubu yang kalah merusak fasilitas umum secara masif, kemudian di Tuban (2011) kubu yang kalah merusak rumah dinas bupati dan fasilitas kantor, di Maluku Utara pada pemilihan gubernur (2007), para pendukung kedua kubu saling bersitegang membuat stabilitas politik di wilayah tersebut terganggu. Meluasnya korupsi di lingkungan pemerintahan daerah sebagaimana disampaikan oleh Mendagri gamawan fauzi (November 2012) yaitu sebanyak 474 pejabat daerah tersangkut kasus hukum. 96 orang tersangka, 49 orang terdakwa, 330 terpidana, separuh (237 orang) diantaranya adalah kepala daerah baik gubernur maupun bupati/walikota. Fakta diatas menggambarkan bahwa implikasi pembangunan sistem politik dimIndonesia memberikan justifikasi terhadap pernyataan pembenaran tentang potret burang politik Indonesia.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18265</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18266</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">160518265</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18266</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">160518266</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">160518265</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
