<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000015718</controlfield>
    <controlfield tag="005">20230828110551</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0823000044</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">230828################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 036 PIM II 2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rosmaida Sagurung</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Penguatan Kelembagaan P2TP2A dan PATBM dalam Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak /</subfield>
      <subfield code="c">Rosmaida Sagurung</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">55 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Perlindungan Anak dan Perempuan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari 10 kecamatan tersebar di beberapa pulau. Kondisi ini memunculkan beberapa masalah sosial seperti kemiskinan, kesenjangan sosial sehingga menjadi pemicu terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jumlah kasus kekerasan tahun 2018 sebanyak 8 kasus, dan tahun 2019 sebanyak 9 kasus, sedangkan tahun 2020 bertambah sebanyak 19 kasus dan tahun 2021 turun menjadi 14 kasus. Sampai pertengahan Maret 2022 sudah terjadi 4 kasus. Beberapa hal yang menyebabkan antara lain hukuman untuk pelaku kurang maksimal tidak memberikan efek jera kepada pelaku, masih kurangnya layanan pengaduan di daerah-daerah, masih banyak masyarakat enggan melaporkan kasus dan lebih memilih menyelesaikan secara kekeluargaan dan adat, masyarakat enggan mengadu karena tak ingin membuka aib korban.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">036</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
