<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000015831</controlfield>
    <controlfield tag="005">20230912030752</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0923000072</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">230912################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 139 PIM II 2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lidya Suryani Widayati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pengembangan Coruption Risk Analysis (CRA) Dalam Penyusunan Naskah Akademik (NA) dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sebagai Pencegahan Political Corruption/ State Capture Corruption /</subfield>
      <subfield code="c">Lidya Suryani Widayati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">59 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Korupsi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Badan keahlian DPR RI melalui Pusat Perancangan Undang-Undang merupakan supporting system bagi DPR RI dalam mempersiapkan Naskah Akademik (NA) dan draf Rancangan Undang-Undang (RUU). Dalam hal ini dibutuhkan suatu alat/tool sebagai suatu parameter untuk menilai atau mendiagkostik kelemahan dalam proses penyusunan undang-undang mengenai potensi risiko korupsi dengan membuat suatu kebijakan penilaian mengenai Corruption Risk Analysis (CRA). CRA dapat menggunakan beberapa tingkat evaluasi kemungkinan terjadinya korupsi dan/atau dampaknya yang akan terjadi. Dalam pedoman CRA terdiri dari beberapa kriteria yang berpotensi korupsi. Setiap kriteria terdiri dari beberapa indikator</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan LAN Pusat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">139</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
