<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000015904</controlfield>
    <controlfield tag="005">20230927022641</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0923000145</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">230927###########################0######</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 130 PIM I 2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ajie Indra Dwi Atma</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme dan Intoleransi Guna Menjaga Situasi Kamtibmas Yang Kondusif di Provinsi Kalimantan Tengah /</subfield>
      <subfield code="c">Ajie Indra Dwi Atma</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">53 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Radikalisme</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Munculnya radikalisme dan intoleransi karena pemahaman terhadap agama yang dangkal dan wawasan yang kurang luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya berkaitan dengan kebhinekaan di Indonesia. Kebanyakan kelompok intoleransi yang berkembang saat ini mengatasnamakan agama tertentu. Dalam perkembangannya mereka menggunakan berbagai macam cara baik secara langsung maupun melalui media teknologi informasi dan media-media sosial lainnya yang dalam penyebaran pemahamannya dengan memelintir literatur agama yang dijadikan dasar pembenaran untuk melakukan tindakan radikal. Penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia hingga kini belum terselesaikan dengan baik karena sejumlah masalah, baik dalam tingkat infrastruktur maupun suprastruktur hukum yang memadai.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">130</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
