<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000015978</controlfield>
    <controlfield tag="005">20231005092109</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-1023000060</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">231005################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 117 PIM I 2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">I Ketut Widhiarto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Formulasi Kebijakan Non-Penal dalam Pencegahan Kejahatan  Terorisme Guna Memutus Mata Rantai Radikalisme Melalui Metode Pendekatan Persuasif /</subfield>
      <subfield code="c">I Ketut Widhiarto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2022</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">118 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kejahatan terorisme pada umumnya dirancang dan dilakukan secara kolektif oleh sebuah kelompok radikal, sehingga strategi penanganannya harus mampu menghilangkan pengaruh kelompok terhadap indovidu yang menjadi anggotanya. Oleh karena itu pencegahan kejahatan terorisme memerlukan langkah-langkah penganan terencana, selektif dan berkesinambungan dengan melibatkan berbagai stakeholder lintas sektoral, agar setiap individu yang telah berhasil dipisahkan dari kelompok inti (hard core) mendapatkan treatment yang berkelanjutan melalui re-ideologi, re-edukasi dan re-integrasi.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">117</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
