<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000000166</controlfield>
    <controlfield tag="005">20190517094425</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0718000166</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">190517################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9786022031918</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.63</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">352.63 Sur b</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Suryono, Agus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Birokrasi dan kearifan lokal /</subfield>
      <subfield code="c">Agus Suryono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Malang :</subfield>
      <subfield code="b">Universitas Brawijaya Press,</subfield>
      <subfield code="c">2012</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">v, 185 hlm. ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Administrasi negara - Birokrasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.63 Sur b</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="505" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Otomnomi daerah merupakan kewenangan yang dimiliki oleh birokrasi pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Mengatur berarti birokrasi daerah membuat peraturan-peraturan daerah yang menjadi sumber hukum pelaksanaan kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Sayangnya, birokrasi yang diharapkan sebagai agen dan fasilitator pembangunan daerah pada saat ini sudah mulai pudar fungsi dan perannya. Akibatnya, birokrasi sebagai lembaga pemerintah daerah seringkali dibenci dan kurang dipercaya oleh masyarakat. Demikian pula kearifan lokal, seiring dengan perjalanan waktu ketika masyarakat sudah mulai bosan dan muak dengan nilai-nilai modern dan post-modern, mereka menoleh pada nilai-nilai masyarakatnya sendiri, tetapi terlambat. Kearifan lokal yang dianggap sebagai ajaran adi luhung bangsa sudah lama tergusur oleh nilai-nilai western dana nilai-nilai global yang serba materialistik, hedonis, sekuler, dan pragmatis. Yang tersisa hanyalah generasi muda anak jaman yang mlongo tidak tahu apa yang diperbuat, putus asa, dan bahkan tidak peduli tentang hal itu. Akan dibawa kemana Negara dan bangsa ini? Apakah pemikiran birokrasi dan kearifan lokal merupakan keniscayaan yang masih bisa diharapkan?</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">141217105</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">141217105</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">141217104</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
