<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000000170</controlfield>
    <controlfield tag="005">20190422092624</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0718000170</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">190422################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9789797097837</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">300</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">321.8 Yud s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yudhoyono, Susilo Bambang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Selalu ada pilihan untuk pencinta demokrasi dan para pemimpin Indonesia mendatang. /</subfield>
      <subfield code="c">Susilo Bambang Yudhoyono</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Kompas Media,</subfield>
      <subfield code="c">2014</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xv, 807 hlm. ; 23 cm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Demokrasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">300 Yud s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Atmosfer kebebasan yang tumbuh pesat di Era Reformasi dewasa ini tak selalu berbuah manis. Banyak yang ternyata menjadi "korban". Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI pertama yang dua kali terpilih secara demokratis, mungkin yang aling terkena dampak pahit dari ekspresi kebebasan yang membara itu. Bagi SBY, seperti tiada hari tanpa kritik, pemberitaan negatif, bahkan fitnah dan serangan-serangan yang bersifat pribadi. Sebagai Presiden yang memimpin di era transisi dan era politik gaduh ini, tentu tak sedikit pula permasalahan dan tantangan yang dihadapinya. Dipenghujung masa kepresidenannya, SBY menulis sendiri pengalaman dan suka dukanya  Ia juga ingin berbagi dengan para pemimpin masa dean dan para pencinta demokrasi tentang pengalamannya menjalankan roda pemerintahan dan sekaligus mengikuti dua kali Pemilihan Presiden, sebagai sebuah pembelajaran. Pandangan dan pemikiran-pemikiran SBY untuk Indonesia yang lebih baik dimasa depan juga disampaikan secara terbuka dan jujur, sebagai refleksi dari penugasan dan pengabdiannya selama lebih dari sembilan tahun ini.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14127072</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14127071</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14127072</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
