<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000017163</controlfield>
    <controlfield tag="005">20240611114732</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0624000066</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">240611################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979 994 734 0</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.17</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.17 Sar p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sarundajang, S.H.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pilkada Langsung :</subfield>
      <subfield code="b">Problema dan Prospek /</subfield>
      <subfield code="c">S.H. Sarundajang</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Kata Hasta Pustaka,</subfield>
      <subfield code="c">2005</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xii, 138 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">17 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Berbeda dengan sistem sebelumnya, dimana rekrutmen Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah cenderung diatur oleh elit politik tingkat atas, sehingga pejabat yang terpilih lebih berorientasi pada elit politik dan birokrasi tingkat atas. Dengan sistem baru ini tidak ada pilihan lain bagi pejabat politis untuk tidak memperhatikan aspirasi dan tuntutan masyarakat.&#13;
&#13;
Para pejabat politis tidak dapat lagi mengandalkan kekuasaan dan legalitas, tetapi harus mampu menampilkan kapabilitasnya dalam mengemban perannya. Tuntutan bagi pejabat politis di masa depan, harus mampu mengintegrasikan power dan knowledge.&#13;
&#13;
Pilkada langsung merupakan perkembangan yang baik bagi demokratisasi di negeri ini. Logika politiknya sangat sederhana, dengan dipilih langsung, legitimasi yang dimiliki kepala daerah menjadi semakin kuat. Pemerintahan daerah tidak akan tercipta secara demokratis tanpa sebuah proses pemilihan pemimpin pemerintahan daerah yang dipilih dengan menggunakan cara yang demokratis.&#13;
&#13;
Pilkada langsung merupakan salah satu cara menciptakan pemerintahan daerah yang kapabel dan akseptabel bagi masyarakat daerah. Pilkada langsung memberikan warna tersendiri yang membedakan proses pemerintahan daerah sejak pelaksanaan kebijakan UU No. 1 tahun 1945 sampai dengan terciptanya UU No.32 tahun 2004.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">06039730</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">06039729</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">06039733</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
