<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000017181</controlfield>
    <controlfield tag="005">20240619112509</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0624000084</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">240619################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 042 PIM I 2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Said Mirza Pahlevi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Akselerasi Kesesuaian Supply dan Demand Talenta Digital-Ekosistem Digital Pengembangan Talenta Digital Nasional /</subfield>
      <subfield code="c">Said Mirza Pahlevi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">154 halaman ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Ekosistem Digital</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Di Tengah transformasi digital yang menjadi fokus pemerintah, pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK menjadi kunci. Presiden telah menetapkan dua arahan penting terkait dengan pembangunan talenta digital, yaitu mempersiapkan kebutuhan sumber daya manusia talenta digital dan membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan talenta digital di Indonesia. Namun, ketidaksesuaian kompetensi kerja lulusan pendidikan vokasi (PV) di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan kebutuhan kompetensi kerja di dunia usaha, industri, dan kerja (DUDIKA) menjadi masalah serius. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti ketidakselarasan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan peta okupasi bidang TIK dengan kebutuhan sektor industri, kurangnya pemanfaatan SKKNI dan peta okupasi oleh DUDIKA, dan belum adanya peraturan yang mewajibkan penggunaan SKKNI dan peta okupasi bidang TIK pada DUDIKA.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan LAN Pusat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24.06.042</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
