<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000017191</controlfield>
    <controlfield tag="005">20240620112746</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0624000094</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">240620################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 049 PIM I 2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Teguh Subroto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Kolaborasi Penanganan Penyitaan Aset Tanah Dalam Perkaratindak Pidana Korupsi /</subfield>
      <subfield code="c">Teguh Subroto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">99 halaman ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Aset Tanah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Korupsi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Surat Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN Nomor 16 tahun 16 tahun 2021 Khususnya pasal 127 ayat (1), namun justru permasalahan timbul proses SITA berpotensi menghambat proses penegakkan hukum sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dalam proses eksekusi karena dalam hal buku tanah meskipun terdapat catatan sita pidana dapat dilakukan pencatatan peralihan dan/atau pembebanan hak sepanjang telah memperoleh izin dari penyidik dan/atau surat izin ketua pengadilan negeri setempat. Oleh karena itu perlu adanya kebijakan internal Kejaksaan berupa Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, sebagai pedoman pelaksanaan pemblokiran dan penyitaan asset tanah kolaborasi penanganan penyitaan aset tanah dalam perkara tindak pidana korupsi, serta menetapkan regulasi yang mengatur sistem kolaborasi antara Kejaksanaan Agung RI dengan Kementerian ATR/BPN berbasis teknologi informasi yang bisa memudahkan tatacara pelacakan, pemblokiran dan penyitaan aset tanag agar mendapatkan kepastian hukum proses eksekusi pidana guna pemenuhan uang pengganti.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan LAN Pusat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24.06.049</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
