<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000018202</controlfield>
    <controlfield tag="005">20240909103237</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0924000031</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">240909################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 057 PIM I 2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dhahana Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Percepatan Pelaksanaan Bisnis dan Hak Asasi Manusia /</subfield>
      <subfield code="c">Dhahana Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">70 halaman ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Bisnis</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Hak Asasi Manusia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan Hak Asasi Manusia dari PBB yang diadopsi menjadi Resolusi Dewan HAM PBB No.17/4 tahun 2021 menjadi hal yang harus diterapkan dalam aktivitas bisnis negara-negara di dunia agar seluruh aktivitas bisnis yang dilaksanakan tidak melanggar HAM dan mengarah pada pembangunan berkelanjutan. United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights/UNGPs). UNGP sendiri didasarkan pada 3 pilar, yaitu kewajiban negara untuk melindungi (stafe duty to protect/DtP), tanggung jawab perusahaan untuk menghormati (corporate responsibility to respect/RtR), dan akses terhadap pemulihan (access to remedy). &#13;
Belum optimalnya pelaksanaan bisnis dan HAM, dapat ditandai dengan fakta-fakta sebagai berikut: (a) Kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan Bisnis dan Hak Asasi Manusia di kalangan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi dan masyarakat; (b) Kebijakan yang ada belum mengatur secara komprehensif tentang tata kerja koordinasi pelaksanaan Bisnis dan HAM; (c) Belum optimalnya instrumen mengenai pelaksanaan Bisnis dan HAM bagi Pelaku Usaha; (d) Akses pemulihan bagi korban dari praktik bisnis masih kurang efektif dalam menjamin pemulihan.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan LAN Pusat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24.09.057</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
