<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000018287</controlfield>
    <controlfield tag="005">20240924084008</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0924000116</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">240924###########################0######</controlfield>
    <datafield tag="245" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">O...Siap Sa Kase Info :</subfield>
      <subfield code="b">Optimalisasi Sistem Pengawasan Pengangkutan Sampah Model Telekomunikasi dan Informasi (Telematik) Di wilayah Kabupaten Sorong /</subfield>
      <subfield code="c">Anie Sakti Iek, S.SI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Makassar :</subfield>
      <subfield code="b">Puslatbang KMP RI LAN Makassar,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24 ;</subfield>
      <subfield code="c">30</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Agustinus Assem, SH.,M.SI (Mentor)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Milawaty, SS.,SE.,MM (Coach)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Dari data yang dilaporkan dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2022, wilayah Kabupaten Sorong, dari timbunan sampah sebesar 18.162 ton/tahun, capaian sampah yang terkelola sebesar 6.522,83 ton/tahun (39,42%) dan sampah yang belum terkelola 11.639,17 ton/tahun. Artinya masih terdapat 60,58% sampah yang belum terkelola dengan baik. Pada daerah layanan penanganan sampah masih saja terjadi penumpukan sampah dibeberapa titik/lokasi. Salah satu faktor terjadinya penumpukan ini diakibatkan oleh sistem pengangkutan sampah di lapangan belum optimal, pembagian rute angkutan sampah belum mencakup seluruh area pelayanan serta kurangnya pengawasan. Untuk itu, perlu dikembangkan suatu sistem pengakutan sampah yang berhubungan dengan fungsi pengawasan melalui sistem digitalisasi.&#13;
Permasalahan dalam pengelolaan sampah yang sering terjadi antara lain perilaku dan pola hidup masyarakat masih cenderung mengarah pada peningkatan laju timbulan sampah yang sangat membebani pengelola kebersihan, Keterbatasan sumber daya, anggaran, kendaraan personil sehingga pengelola kebersihan belum mampu melayani seluruh sampah yang dihasilkan. Sampah dapat menimbulkan permasalahan yang cukup serius bila tidak ditangani dengan tepat, karena dapat merusak keseimbangan lingkungan dan mencemari ekosistem tanah, air, dan udara&#13;
Pengembangan sistem digitalisasi ini sejalan dengan Mening upaya program pemerintah reformasi birokrasi tematik poine op yaitu digitalisasi administrasi pemerintahan, serta prioritas aktual presiden yaitu membanguda lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan vening iklim. Aksi perubahan Optimalisasi Sistem Pengawasan terken Pengangkutan Sampah Model Telekomunikasi dan Informasi (Telematik) di Wilayah Kabupaten Sorong (O... SIAP SA KASE INFO) dengan manfaat ekternal diharapkan dapat mengoptimalkan tugas pelayanan pengangkutan sampah tepat waktu sehingga mengurangida keluhan masyarakat terkait permasalahan sampah di daerah pelayanan.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Optimalisasi Sistem Pengawasan Pengangkutan Sampah Model Telekomunikasi dan Informasi (Telematik) Di wilayah Kabupaten Sorong</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">PUSLATBANG KMP LAN RI Makassar</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
