<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000019076</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250204011630</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0225000033</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250204################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979 655  197 7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">959.803 5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">959.803 5 JAK a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Jakobi, Tgk. A.K.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Aceh dalam Perang Mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 1945-1949 /</subfield>
      <subfield code="c">Tgk. A.K. Jakobi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Gramedia Pustaka Utama,</subfield>
      <subfield code="c">1998</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">471 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Aceh</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sejarah Indonesia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Ketika Jepang. menyerah kepada  Sekutu pada tahun 1945, Aceh menghadapi.  dua musuh, yaitu Jepang dan Belanda yang akan memasuki wilayah Aceh. . Pada saat itu peran Teuuku Hamid Azwar  sangat besar, karena dialah yang menyusun rencana dan mengatur strategi perampasan senjata dari Jepang bersama perwira eks Giyu Gun lainnya untuk  mendukung Angkatan Pemuda Indonesia (API) yang menjadi cikal bakal lahirnya Angkatan Perang Indonesia, sebagai tulang punggung pemerintah Republik Indonesia yang baru berdiri di Aceh.&#13;
&#13;
Keberhasilannya memimpin pertempuran Krueng Panjo di Aceh Utara dinilai amat bersejarah, karena kemenangan terhadap satu batalyon tentara Jepang pada pertempuran ini telah membangkitkan kepercayaan diri rakyat yang sangat besar untuk mengusir fasisme  Jepang dan kolonialisme Belanda/NICA dari bumi Indonesia.&#13;
&#13;
Selain itu selaku Kepala Staf Divisi  V TKR Komandemen. Sumatera, Mayor Teuku  Hamid Azwar memimpin langsung pasukan tempur API/TKR bersama Laskar Pejuang dan Barisan Rakyat, guna mengusir kembali dua batalyon  Jepang dari kota Langsa dan Kuala Simpang yang oleh Brigjen Ted Kelly, Komandan Brigade-4 sekutu di Medan ditugaskan untuk merebut kembali senjata Jepang yang telah jatuh ke tangan para Pejuang Aceh.&#13;
&#13;
Kekalahan Jepang pada pertempuran tersebut mengakibatkan dibatalkannya rencana semula Belanda   yang membonceng pada Sekutu untuk menduduki dan mematahkan  perjuangan  Republik Indonesia di Aceh, karena keselamatan  mereka tidak terjamin di sana. Peristiwa itu amat penting dan menentukan Aceh menjadi satu-satunya daerah yang utuh dan tidak diduduki oleh Belanda pada masa Perang Kemerdekaan 1945-1949.&#13;
&#13;
Buku ini merupakan sketsa perjuangan Rakyat Aceh dan peran salah seorang putra terbaiknya, Teuku Hamid Azwar, yang dikenal sebagai seorang yang sangat disiplin. Tokoh pendirian, berani mengambil risiko dan mampu melihat tanda-tanda zaman. Kemampuannya melihat tanda-tanda  zaman  inilah yang membawanya ke dunia usaha, segara setelah perjuangan  fisik dianggapnya selesai.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">99083683</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">99083685</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">99083686</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
