<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000019188</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250210024936</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0225000145</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250210################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979 672 704 8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">709</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">709 SUS i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Susanto, Budi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Imajinasi Penguasa dan Identitas Postkolonial /</subfield>
      <subfield code="c">Budi Susanto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Kanisius,</subfield>
      <subfield code="c">2000</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">191 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kebudayaan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Meskipun memperbincangkan tentang masa lalu, buku ini tidak sekadar menunjuk peristiwa dan kenyataan demi membenarkan pernyataan kalangan elite modern bahwa kesenian adalah demi seni atau kesenian adalah cermin kehidupan (dan sebaliknya) atau bahkan kesenian adalah gerakan politik.&#13;
&#13;
Sebagai suatu (seni) pertunjukan tentang masa lalu, kethoprak ternyata malah membuat pernyataan-pernyataan pembenaran modern tentang keaslian, identitas, dan penampilan dari kalangan yang bukan massa rakyat, maka perlu untuk dikaji ulang.&#13;
&#13;
Kajian postkolonial mengungkap bahwa kata-kata, gagasan, dan kenyataan bukanlah tiga hal yang berbeda dalam urutan hierarki kebenaran. Waspada terhadap konstruksi pembenaran modern tentang "masa lalu" tersebut, buku ini menyajikan gagasan bahwa pementasan sandiwara kelihatannya menampilkan kenyataan sehari-hari, tetapi sebenarnya tidak. Pemutaran film tidak menampilkan kenyataan sehari-hari, dan sesungguhnya memang tidak berkaitan dengannya. Tontonan kethoprak kelihatannya saja tidak berkaitan dengan, tetapi sesungguhnya ia tidak terlepas dari, kenyataan hidup sehari-hari.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02045763</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
