<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000019231</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250212114558</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0225000188</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250212################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Yana Suryana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Ensiklopedi PPKn Persatuan dan Kesatuan Bangsa /</subfield>
      <subfield code="c">Yana Suryana, Yudi Suparyanto, Khilya Fa'izia, Novia Itariyani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Klaten :</subfield>
      <subfield code="b">Cempaka Putih,</subfield>
      <subfield code="c">2018</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code=";"/>
      <subfield code="c">3.5 MB</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">PPKN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Indonesia merupakan negara yang terdiri atas beragam suku, agama, ras, budaya, dan adat istiadat. Keragaman bangsa Indonesia pada satusisi menjadi potensi untuk memperkaya khazanah bangsa. Di sisi lain, keragaman bangsa Indonesia menjadi potensi yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan. Bahkan, keragaman bangsa Indonesia menjadi potensi paling rawan dan mudah menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa.Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan modal utama untuk mencapai kemajuan dan tujuan bangsa Indonesia. Upaya memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa telah ditempuh bangsa Indonesia sejak masa pergerakan nasional. Pada saat itu persatuan dan kesatuan bangsa diperlukan untuk menghadapi kekuasaan kolonial (penjajahan). Upaya pemerintah dalam memperkukuh persatuan dan kesatuan terus berlanjut meskipun negara telah merdeka. Sebagai contohnya pemerintah mencanangkan konsep Tri Kerukunan Umat Beragama yaitu kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Selain itu, pemerintah melakukan pembauran antar suku bangsa, menggalakkan transmigrasi, tukar-menukar misi kesenian antar daerah, mengadakan jambore nasional, dan memberi pelayanan publik secara adil. Pemerintah juga berupaya memperkukuh persatuan dan kesatuan melalui materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Buku Ensiklopedia Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Persatuan dan Kesatuan Bangsa ini hadir untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkukuh persatuan dan kesatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan memuat 39 tema, kehadiran buku ini diharapkan dapat membangun kesadaran pembaca terhadap makna keberagaman bangsa Indonesia sebagai perekat dalam rangka membina persatuan dan kesatuan bangsa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">https://web-ipustakalan.moco.co.id/book/e944d774-25d9-456b-b929-51497f09b6a1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-979-662-996-1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370.03</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370.03 YAN e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/4/A/0154</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/4/A/0155</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
