<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000019734</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250416024522</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0425000077</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250416################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 00117 PKN II 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Zulhifni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Pembangunan Infrastruktur Sektor Pertanian Sebagai Upaya Mendukung Perekonomian Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting /</subfield>
      <subfield code="c">Zulhifni</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">40 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">:Kebijakan,Infrastruktur, Penambangan PETI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Stunting merupakan masalah gizi kronis yangmasih menjadi permasalahan di dunia kesehatan&#13;
hingga saat ini, laporan UNICEF, WHO, dan World Bank mengungkapkan bahwa diperkirakan sebanyak&#13;
149,2 juta balita (22%) di dunia mengalami stunting pada tahun 2020. Di Indonesia, berdasarkan datadari&#13;
hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 diketahui bahwa prevalensi balita stunting masih&#13;
cukup tinggi karena berada pada angka 21,6% atausebanyak 5,33 juta balita. Jika dibandingkan daridata&#13;
pada Riskesdas 2007 sampai dengan SSGI 2022, maka total penurunan prevalensi stunting hanya&#13;
sebesar 15,2% (36,8%-21,6%) selama 15 tahun hanya 1,01% per tahunnya. Hal tersebut menunjukkan&#13;
rendahnya capaian dalam penurunanstunting. Sedangkan pemerintah pusat menargetkan di akhir periode&#13;
RPJMN 2020-2024 sebesar 14%.&#13;
Untuk Provinsi Jambi prevalensi stunting menurun sebesar 2,8% (20,8-18) dalam 4 tahun atau&#13;
rata-rata penurunan per tahun sebesar 0,7%, sedangkan Kabupaten Merangin menurun sebesar 1,5%&#13;
(16-14,5%) dalam4 tahun atau rata-rata penurunan sebesar 0,375% pertahun. Laju penurunan cakupan&#13;
stunting harus ditingkatkan menjadi 3% per tahun, untuk mencapai target 9% pada akhir periode&#13;
RPJMD Kab. Merangin 2024.&#13;
Kebijakan stunting di Kabupaten Merangin mengacu pada Perpres 72 tahun 2021 tentang&#13;
Percepatan Penurunan Stunting, Kepala (PerKa) BKKBN nomor 12 tahun 2021 tentang RAN&#13;
PASTI, Juknis Sibangda Kemendagri tentang 8 (aksi) konvergensi stunting Kabupaten/kota, Perbup&#13;
nomor 91 tahun 2022 tentang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting terintegrasi di&#13;
Kabupaten Merangin, Perbup 21 tahun 2021 tentang peran desa dalam pencegahan dan penurunan&#13;
stunting di Kabupaten Merangin. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Merangin terus berupaya untuk&#13;
menekan angka Stunting salah satunya dengan melakukan “Strategi Pembangunan Infrastruktur Sektor&#13;
Pertanian Sebagai Upaya Mendukung Perekonomian Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting” di&#13;
Kabupaten Merangin.&#13;
Infrastruktur merupakan peranan yang sangat penting untuk mendukung Peningkatan&#13;
Perekonomian masyarakat terutama di Sektor Pertanian. Namun infrastruktur sebagai pendukung&#13;
kegiatan pertanian masih dalam kondisi belum memadai. Salah satu Upaya yang dilakukan pemerintah&#13;
adalah Peningkatan infrastruktur Jalan, Jaringan Irigasi dan Normalisasi Sungai dan Optimasi lahan&#13;
Eks PETI menjadi Lahan Pertanian. Di Kabupaten Merangin Kususnya, Tujuan penelitian ini adalah&#13;
bagaimana Strategi Pemerintah Kabupaten Merangin menghadapi kendala / faktor-faktor penghambat&#13;
dalam Pelaksanaan pembangunan Infrastruktur sebagai pendukung roda perekonomian masyarakat&#13;
dan bagaimanan upaya mengatasi permasalah tersebut. Kabupaten Merangin merupakan daerah yang&#13;
memiliki potensi hasil tambang cukup besar di Provinsi Jambi dan sejak sepuluh tahun terakhir terjadi&#13;
aktivitas penambangan tanpa izin secara masif. Akibatnya, terjadi kerusakan Jalan lingkungan,&#13;
Jaringan irigasi dan berkurangnya lahan pertanian dan persawahan sehingga menyebabkan terjadinya&#13;
banjir dantanah longsor di Kabupaten Merangin. Oleh karena itu, diperlukan solusi efektif dari&#13;
pemerintah daerah melalui kebijakan publik yang komprehensif. Penelitian ini dilakukan dengan&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif yaitu Analisis melalui reduksidata, penyajian data dan penarikan&#13;
kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penambangan tanpa izin di Kabupaten Merangin&#13;
dilakukan karena rendahnya harga jual hasil pertanian yang merupakan sumber pendapatan utama&#13;
masyarakat. Penentuan Strategi menggunakan metode Strengths, Weaknesses, Apportunities, Threats&#13;
(SWOT).</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2.2/A/0017</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
