<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000019740</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250417103838</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0425000083</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250417################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0018 PKN II 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mohamad Arief Khumaidi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pedoman Teknis Pemantauan Di Sekretariat Kabinet Dalam Rangka Debottlenecking Pelaksanaan Kebijakan Dan Program Pemerintah /</subfield>
      <subfield code="c">Mohamad Arief Khumaidi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 0,5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemantasuan, evaluasi kinerja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bottleneck menggambarkan ketidakmampuan suatu unit kegiatan dalam mengelola&#13;
sumber daya yang dimiliki. Kondisi bottleneck ini terjadi karena adanya dua&#13;
kemungkinan sebagai penyebab. Pertama, jumlah masukan (input) yang akan&#13;
diproses unit usaha jauh lebih besar daripada sumber daya manusia atau peralatan&#13;
yang tersedia untuk menghasilkan produk. Kedua, kemungkinan unit kegiatan tidak&#13;
memiliki proses pengolahan produk yang efektif dan efisien. Sehingga debottleneck&#13;
adalah proses menyelesaikan titik kemacetan dalam sistem produksi yang&#13;
menghalangi sistem tersebut untuk berfungsi secara optimal.&#13;
Dalam pelayanan sektor publik kegiatan debottlenecking di Sekretariat&#13;
Kabinet RI telah dilaksanakan, misalnya dalam Percepatan Proyek Strategis&#13;
Nasional (PSN). Sekretariat Kabinet sebagai unit yang memiliki kedudukan&#13;
dibawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden melaksanakan&#13;
fungsi penyelesaian kebijakan program pemerintah yang mengalami hambatan&#13;
(debottlenecking). Dalam rangka menghasilkan output kegiatan yang dimanfaatkan&#13;
Presiden, maka diperlukan mekanisme untuk menghasilkan rekomendasi yang&#13;
tepat, baik tepat waktu, tepat substansi dan tepat keamanan.&#13;
Selama ini kegiatan debottlenecking penyelesaian kebijakan program&#13;
pemerintah yang mengalami hambatan telah dilaksanakan, namun belum ada&#13;
mekanisme yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal ini&#13;
dikarenakan tidak ada standarisasi pelaksanaan tusi debottlenecking di setiap unit&#13;
kerja sehingga perlu sebuah kebijakan berupa mekanisme yang dapat menjadi&#13;
pedoman pelaksanaan kegiatan tersebut.&#13;
Dalam kertas kerja Proyek Perubahan (Proper) ini mengusulkan Pedoman&#13;
Teknis Pemantauan di Sekretariat Kabinet dalam rangka Pelaksanaan Kebijakan&#13;
dan Program Pemerintah. Dalam proper ini mengatur Pedoman Teknis Pemantauan&#13;
debottleneck yag di dalamnya mengatur tahapan-tahapan kegiatan debottlenecking.&#13;
Target jangka pendek melalui penetapan Peraturan Deputi Bidang Kemaritiman dan&#13;
Investasi. Untuk memperkuat kebijakan ini dalam target jangka panjang dilakukan&#13;
simulasi atau proyek percontohan pelaksanaan debottlenecking berdasarkan. Pada&#13;
jangka menengah pedoman teknis debottlenecking dapat dilaksanakan di&#13;
lingkungan Deputi Bidang Kemaritiman Dan Investasi sedangkan jangka panjang&#13;
dapat dilaksanakan di level Sekretariat Kabinet melalui penetapan Peraturan&#13;
Sekretaris Kabinet.&#13;
Diharapkan kebijakan ini akan memberikan nilai tambah untuk peningkatan&#13;
kegiatan pemantauan yang berkontribusi meningkatkan kualitas rekomendasi, dan&#13;
berpengaruh dalam penggunaan anggaran secara tepat sasaran. Pedoman Teknis&#13;
Debottlenecking di Sekretariat Kabinet dalam rangka Pelaksanaan Kebijakan dan&#13;
Program Pemerintah, menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga terdapat&#13;
keseragaman dalam kegiatan debottlenecking, sehingga rekomendasi yang&#13;
berkualitas semakin merata di setiap unit kerja.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2.2/A/0018</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
