<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020097</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250521085416</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0525000180</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250521################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0074 PKN II 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Putu Nadi Astuti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Pemantauan Pelaksanaan Aksi MitigasiEmisi Karbon Untuk Mendukung Tersedianya Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Semen /</subfield>
      <subfield code="c">Putu Nadi Astuti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">80 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 0,5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemantauan, evaluasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak&#13;
iklim, adapun salah satu dampak negatif perubahan iklim di Indonesia yakni&#13;
peningkatan suhu sekitar 0,45-0,75 derajat Celcius dan perubahan curah hujan ± 75&#13;
mm/bulan, sedangkan suhu rata-rata bumi harus dijaga di bawah 1,5 derajat Celcius&#13;
untuk mengantisipasi kerentanan akibat perubahan iklim dan bencana yang&#13;
mengakibatkan gagal panen dan krisis air yang mengganggu pasokan bahan baku&#13;
industri. Kondisi industri semen sebagai penghasil emisi CO2 tertinggi nasional untuk&#13;
sektor IPPU dengan tingkat emisi GRK (Gas Rumah Kaca) baseline CM1 tahun 2024&#13;
sebesar 33.197 juta ton CO2e, menjadi gambaran terhadap intensitas emisi subsektor&#13;
industri semen nasional yang 16% lebih tinggi dibanding rata-rata global, hal ini&#13;
mengindikasikan butuh usaha yang berat untuk ditransisi menuju NZE (Net-Zero&#13;
Emission). Terkait kasus di atas, sebagai upaya dalam mendukung pelaksanaan&#13;
komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan,&#13;
Kementerian Perindustrian memiliki kewenangan untuk menyusun regulasi terkait&#13;
dekarbonisasi industri dalam rangka mencapai NZE 2050 sektor industri serta&#13;
melakukan inventarisasi pada capaian penurunan emisi GRK. Apabila tidak&#13;
&#13;
viii&#13;
diselesaikan, maka permasalahan ini berpotensi tidak terpenuhinya komitmen&#13;
Indonesia dalam perubahan iklim, hilangnya potensi ekspor ke negara tujuan yang&#13;
mewajibkan praktik berkelanjutan, potensi suhu rata-rata bumi lebih besar dari 1,5&#13;
derajat Celcius dan potensi terjadinya perubahan iklim dan bencana. Hal tersebut&#13;
memperlihatkan isu strategis unit organisasi berupa tingginya emisi CO2 yang&#13;
dihasilkan oleh industri semen nasional.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2,2/A/0074</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
