<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020118</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250522100019</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0525000201</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250522################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0089 PKN II 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rossar Maries</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Peningkatan Akurasi Dan Konsistensi Dalam Kajian Peringatan Dini Bencana /</subfield>
      <subfield code="c">Rossar Maries</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">60 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 0,5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sistem</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Badan Intelijen Negara (BIN) bertanggung jawab dalam mengkaji berbagai&#13;
ancaman terhadap stabilitas nasional, termasuk bencana alam. Salah satu produk&#13;
Puslitbang BIN adalah Indeks Ancaman Nasional (IAN), yang mencakup indeks&#13;
kebencanaan. Namun, indeks kebencanaan yang ada saat ini dinilai kurang komprehensif&#13;
dan tidak memiliki standar baku, sehingga tidak memberikan peringatan dini bencana yang&#13;
efektif.&#13;
Analisis menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dilakukan&#13;
untuk mengidentifikasi masalah utama seperti pengolahan data yang belum optimal,&#13;
ketiadaan pedoman input data bencana, dan kurangnya standar pengolahan data yang&#13;
komprehensif. Untuk mengatasi masalah ini, strategi berbasis analisis SOAR (Strengths,&#13;
Opportunities, Aspiration, Results) diusulkan, termasuk peningkatan standar data,&#13;
metodologi penelitian, dan pengembangan panduan serta pelatihan untuk SDM terkait&#13;
pengolahan data bencana.&#13;
Proyek perubahan ini bertujuan untuk menciptakan sistem peringatan dini bencana&#13;
yang lebih tangguh dengan mengembangkan pedoman standar pengolahan data&#13;
kebencanaan dalam IAN. Standarisasi ini diharapkan meningkatkan akurasi, relevansi,&#13;
dan representasi data bencana,</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2,2/A/0089</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
