<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020121</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250522105125</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0525000204</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250522################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0091 PKN II 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nurizky Permanajati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Tata Kendali Keluarga Berencana /</subfield>
      <subfield code="c">Nurizky Permanajati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">100 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sistem</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Tingginya TFR dan unmetneed memiliki faktor penyebab diantaranya&#13;
kualitas pelayanan kesehatan yang tidak memadai, termasuk kurangnya pelatihan&#13;
bagi tenaga kesehatan dalam memberikan konseling dan layanan keluarga&#13;
berencana. Padahal, unmetneed yang tinggi dapat memiliki dampak signifikan,&#13;
termasuk meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak akibat kehamilan tidak&#13;
direncanakan, menyebabkan beban ekonomi lebih besar bagi keluarga akibat&#13;
kehamilan dan kelahiran tidak diinginkan, serta memengaruhi kualitas hidup&#13;
keluarga, termasuk pendidikan dan kesejahteraan anak-anak. Oleh karena itu,&#13;
diperlukan pendekatan komprehensif dan terkoordinasi, melibatkan berbagai pihak&#13;
termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal&#13;
untuk mengendalikan unmetneed, yang sejalan dengan penurunan TFR, sehingga&#13;
masyarakat Lampung dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik dan&#13;
kesejahteraan yang lebih tinggi.&#13;
Untuk menjawab permasalahan tersebut, disusunlah Rancangan Proyek&#13;
Perubahan (RPP) yang memfokuskan pada desentralisasi kewenangan oleh kantor&#13;
&#13;
perwakilan BKKBN dalam melakukan intervensi program berdasarkan karakteristik&#13;
demografi dan data yang telah terhimpun secara nasional. Dalam hal ini, kebijakan&#13;
dan monitoring pimpinan pada kantor perwakilan BKKBN di tiap provinsinya&#13;
menjadi instrumen kunci keberhasilan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU)&#13;
BKKBN. Dalam hal ini, proyek perubahan berjudul “Tata Kendali Keluarga&#13;
Berencana (Tali Kencana)” menjadi terobosan yang dibuat dalam rangka menjawab&#13;
kebutuhan tersebut, dengan menekankan pada manajemen data yang dikuasai&#13;
oleh perwakilan BKKBN Provinsi, sebagai pijakan dalam menentukan kebijakan&#13;
pimpinan instansi dan strategi tindak lanjut untuk mencapai IKU lebih optimal.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2,2/A/0091</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
