<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020132</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250522123837</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0525000215</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250522################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0096 PKN II 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Arief Hadiyanto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PI) Transformasi Pengawasan Intern BRIN Berbasis Digital /</subfield>
      <subfield code="c">Arief Hadiyanto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">80 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 0,5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Digitalisasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 bertujuan untuk&#13;
mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara yang mandiri, maju, adil, dan&#13;
makmur. Salah satu prioritas utama dalam RPJMN adalah penguatan struktur&#13;
perekonomian yang berlandaskan keunggulan kompetitif dengan didukung oleh&#13;
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan ilmu pengetahuan&#13;
dan teknologi (IPTEK). Dalam konteks ini, inovasi menjadi elemen kunci untuk&#13;
meningkatkan daya saing nasional dan mendukung percepatan pembangunan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk&#13;
mengkoordinasikan seluruh riset nasional, memainkan peran sentral dalam mewujudkan&#13;
target tersebut. BRIN mengintegrasikan fungsi penelitian dan pengembangan (litbang) dari&#13;
berbagai kementerian dan lembaga menjadi satu entitas yang bertanggung jawab&#13;
langsung kepada Presiden. Namun, tantangan signifikan masih dihadapi oleh BRIN, terutama dalam hal kualitas riset&#13;
dan inovasi yang masih tertinggal. Indonesia berada di peringkat ke-87 dalam Global&#13;
Innovation Index (GII) 2021, jauh di bawah beberapa negara tetangga di Asia. Kesenjangan dalam kualitas SDM, fasilitas penelitian yang sudah usang, serta rendahnya&#13;
alokasi anggaran untuk riset dan inovasi (hanya 0,23% dari PDB) menghambat upaya&#13;
Indonesia untuk menjadi negara berdaya saing tinggi di sektor IPTEK. Kondisi ini&#13;
menuntut adanya reformasi dalam tata kelola riset dan pengawasan di bawah BRIN.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2,2/A/0096</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
