<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020133</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250522012252</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0525000216</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250522################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0097 PKN II 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Arywarti Marganingsih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Penguatan Tata Kelola BMN Dalam Mendukung Riset Dan Inovasi Nasional /</subfield>
      <subfield code="c">Arywarti Marganingsih</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">100 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">BMN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pada 31 Desember 2022, integrasi dan pengalihan aset sebagaimana dimaksud telah&#13;
terlaksana dengan melakukan likuidasi 5 (lima) entitas tersebut dengan total nilai bersih aset BRIN&#13;
berdasarkan Neraca Laporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022 Audited sebesar Rp.&#13;
78.838.878.004.401,00. Sebagai entitas baru, terdapat isu strategis pengelolaan BMN pasca integrasi&#13;
dimana belum optimalnya tata kelola BMN di lingkungan BRIN dalam mendukung riset dan inovasi,&#13;
antara lain:&#13;
1. Belum ada pembagian tugas secara jelas dan rinci antar Kuasa Pengguna Barang (KPB) dan&#13;
pelaksana teknis di lingkungan BRIN terutama di Kawasan DIRI dan Settama. Dari 23 KPB di BRIN,&#13;
terdapat 2 KPB yang mengelola kawasan di lingkungan BRIN yaitu KPB Sekretariat Utama dan&#13;
KPB Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi (DIRI) yang mengakibatkan pencatatan BMN&#13;
terpusat pada dua KPB tersebut sesuai dengan kawasan yang dikelolanya. Sedangkan tugas 21&#13;
KPB lainnya secara tidak langsung menjadi terbatas namun belum diatur secara detail dalam&#13;
pengelolaan BMN yang mengakibatkan masih terdapat KPB yang berada dalam dua Kawasan&#13;
tersebut belum optimal.&#13;
2. Kesulitan dalam perlakuan akuntansi terhadap hasil riset berupa koleksi ilmiah, Hak Kekayaan&#13;
Intelektual (HKI), dan prototype.&#13;
3. Kesulitan penelusuran fisik BMN Koleksi Ilmiah dengan data BMN Aset Koleksi pada aplikasi&#13;
SAKTI. Dalam pengelolaan koleksi ilmiah, pencatatan hasil riset dilakukan pada aplikasi&#13;
Makoyana, sedangkan pencatatan sebagai BMN dilakukan pada aplikasi SAKTI yang dikeluarkan&#13;
oleh Kementerian Keuangan dimana pencatatannya terdapat perbedaan kodefikasi pada&#13;
aplikasi Makoyana dengan kodefikasi BMN pada aplikasi SAKTI.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2,2/A/0097</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
