<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020310</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250611102928</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0625000052</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250611################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0023 PKN I 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nugroho Setijo Nagoro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Perubahan PP No,78 Tahun 2014 Tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Dalam Rangka Peningkatan Afirmasi Bagi Daerah Tertinggal /</subfield>
      <subfield code="c">Nugroho Setijo Nagoro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">60 hlm. ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Percepatan Pembangunan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Proyek Perubahan ini bertujuan untuk menyusun perubahan regulasi pedoman penyusunan kebijakan dan program percepatan pembangunan daerah tertinggal, sekurang-kurangnya dalam 5 tahun ke depan. Urgensi regulasi dimaksud, pertama dengan berakhirnya fase RPJMN 2019-2024 sementara masih terdapat sedikitnya37 wilayah kabupaten yang masih termasuk dalam kategori tertinggal, sebagaian besar di pulai Papua, sehingga dibutuhkan penyesuaian regulasi sesuai dengan dinamika ekonomi, sosial, politik dan budaya di daerah tertinggal. Kedua, diperlukannya landasan hukum kuat untuk melaksanakan kebijakan pembangunan daerah tertinggal yang lebih afirmatif, berkelanjutan , dan fokus pada penyelesaian permasalahan ketertinggalan. Ketiga, diperlukan penyederhanaan proses perencanaan, penyesuaian kriteria dan indikator daerah tertinggal yang lebih menggambarkan faktor-faktor penyebab ketertinggalan, serta menciptakan hubungan antarlembaga yang lebih harmonis.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2.1/A/0023</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
