<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020380</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250617101032</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0625000122</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250617################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 104 PKN II 2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Siti Sumilah Rita Susilawati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Strategi Mewujudkan Sustainable Ground Water Management Melalui Pembnangunan Ekosistem Pengelolaan Air Tanah Handal Berbasis IOT /</subfield>
      <subfield code="c">Siti Sumilah Rita Susilawati</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">500 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Sistem</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Isu strategis yang dihadapi oleh Badan Geologi adalah kewenangan pengelolaan air&#13;
tanah pada 74% wilayah Indonesia yang baru diterima pada bulan Oktober 2022. Luasnya&#13;
wilayah kewenangan secara umum menyebabkan belum optimalnya pengelolaan air tanah&#13;
oleh pemerintah pusat melalui Badan Geologi. Proyek perubahan bertujuan untuk merubah&#13;
kondisi belum optimalnya pengelolaan air tanah di Indonesia menjadi lebih optimal dengan&#13;
jalan membangun ekosistem pengelolaan air tanah handal berbasis teknologi yang sesuai&#13;
dengan kaidah pembangunan berkelanjutan. Ekosistem yang dibangun mencakup Penguatan&#13;
Organisasi melalui penyusunan blue print pengelolaan air tanah nasional, pembangunan Unit&#13;
Pelayanan Teknis (UPT), penyediaan jabatan fungsional pengelola Air Tanah dan kegiatan&#13;
kerjasama penyelidikan; Penguatan Sistim Informasi melalui pembangunan portal one data&#13;
air tanah yang terintegrasi nasional; Penguatan Regulasi dan Kerjasama melalui penerbitan&#13;
Permen pengaturan air tanah dan Kesepakatan Kerjasama; serta Penguatan Pengetahuan&#13;
Masyarakat tentang pentingnya air tanah melalui kegiatan sosialisasi.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2407104</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
