<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020450</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250630084957</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0625000192</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250630################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979 553 687 7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370 TIL l</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Tilaar, H.A.R.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">50 Tahun Pembangunan Pendidikan Nasional 1945 - 1995 :</subfield>
      <subfield code="b">Suatu Analisis Kebijakan /</subfield>
      <subfield code="c">H.A.R. Tilaar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Grasindo,</subfield>
      <subfield code="c">1995</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxxiv, 1056 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">23 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendidikan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pendidikan nasional tidak terlepas dari proses Kebangkitan Nasional I yang memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Gerakan nasionalisme seperti Boedi Oetomo, mencantumkan pendidikan sebagai salah satu program perjuangannya, demikian pula organisasi sosial masyarakat baik yang bercorak keagamaan maupun yang nasional, semua berusaha untuk menyadarkan bangsa ini akan penderitaannya sebagai bangsa terjajah. Gerakan pendidikan nasional Taman Siswa dan INS Kayutanam menjadi pelopor pendidikan nasional yang beridentitas budaya (suku) bangsa sebagai tandingan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah kolonial yang diarahkan kepada keperluan penjajah. Pendidikan, baik yang telah diberikan oleh pemerintah kolonial maupun oleh gerakan nasionalisme, secara langsung atau tidak langsung telah memberikan andil dalam proses lahirnya proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.&#13;
&#13;
Buku ini menyajikan analisis kebijakan pendidikan nasional selama 50 tahun dengan latar belakang tumbuhnya sejak masa penjajahan Belanda dan pendudukan militarisme Jepang. Pelajaran yang dapat ditarik dalam kurun waktu tersebut ialah proses lahir dan berkembangnya sistem pendidikan nasional dengan segala permasalahannya, namun tetap menjadi penggerak kesatuan dan persatuan bangsa, serta meletakkan dasar yang semakin kokoh bagi masyarakat dan bangsa agar semakin cerdas memasuki Era Kebangkitan Nasional II serta Abad 21 yang penuh dengan tantangan nilai-nilai baru.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">140316403</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
