<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020610</controlfield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2.1/A/0047</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="005">20250724014906</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0725000140</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250724################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0047 PKN I 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mochamad Hadiyana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Peningkatan Penggunaan Teknologi Broadband Guna Percepatan TRansformasi Digital Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 /</subfield>
      <subfield code="c">Mochamad Hadiyana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">100 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">29 x 21 x 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Teknologi, Digital</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">layanan kesehatan, serta pelayanan publik yang lebih efisien. Namun saat ini konektivitas untuk akses internet melalui infrastruktur jaringan serat&#13;
optik baru mencakup 68,49% kecamatan di seluruh Indonesia. Sementara biaya&#13;
langgan akses internet fixed broadband ke rumah-rumah masih belum terjangkau&#13;
oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena biayanya lebih dari 6% dari&#13;
penghasilan nasional per kapita, jauh di atas rekomendasi International&#13;
Telecommunication Union yaitu 2% dari penghasilan nasional per kapita. Sedangkan&#13;
kecepatan download internet masih di bawah 30 Mbps, jauh di bawah rata-rata&#13;
kecepatan download dunia. Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi&#13;
harus bekerja sama untuk membangun infrastruktur yang inklusif, memberdayakan&#13;
dan berkelanjutan, termasuk dengan memanfaatkan teknologi seperti serat optik,&#13;
jaringan 4G serta 5G, dan non-terrestrial network. Dengan meningkatkan&#13;
konektivitas, Indonesia dapat memperkuat inklusi digital, memperkecil kesenjangan&#13;
sosial, serta mempercepat transformasi digital yang mencakup seluruh lapisan&#13;
masyarakat dari Sabang sampai Merauke. 20 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus menjadikan&#13;
Indonesia negara berdaulat, maju dan berkelanjutan melalui transformasi Indonesia. Salah satu transformasi tersebut adalah transformasi digital. Transformasi digital&#13;
dilakukan salah satunya dengan mempercepat pembangunan infrastruktur digital&#13;
dan penyediaan layanan internet. Walaupun dengan wilayah yang luas</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
