<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000020612</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250724021444</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0725000142</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">250724################|##########|#|##</controlfield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0015 PKA 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Lina Maryani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Optimalisasi Penanganan PMKH Melalui Penyusunan Mekanisme Penanganan PMKH Yang Efektif dan Efisien /</subfield>
      <subfield code="c">Lina Maryani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">24 hlm. ;</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">PMKH</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kendala yang dihadapi dalam penanganan PMKH diantaranya perbedaan cara pandang tentang makna advokasi hakim, ruang lingkup PMKH, pengembanilan langkah hukum yang kurang sesuai dan tidak jelas, jenis langkah lain yang terbatas dan masih kurang sesuai karena tidak dapat diimplementasikan serta tidak jenis mekanismenya. Hal tersebut mengakibatkan penanganan PMKH tidak optimal. Kendala-kendala yang dihadapi dalam penanganan PMKH tersebut yang melatarbelakangi disusunnya rancangan aksi perubahan tentang penyusunan mekanisme penanganan PMKH yang Efektif dan Efisien yang tertuang dalam Peraturan Komisi Yudisial bertujuan untuk optimalisasi penanganan PMKH agar PMKH dapat ditangani dengan jelas, efektif, efisien, transparan dan tepat sehingga dapat meningkatkan kinerja organisasi dan meningkatkan kepercayaan publik.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">2024/1.2.3/A/0015</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
