<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <datafield tag="264" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="csr">$a e7964c6366ef07f159dff4a934423354</controlfield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Pusat LAN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="740" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kemiskinan, Program Rakyat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kekuatan pokok dari Proyek Perubahan ini terletak pada SDCs sebagai terobosan&#13;
strategis dalam mempersiapkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia untuk&#13;
bekerja di sektor dan negara-negara kompetitif seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia,&#13;
Selandia Baru, Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, Austria, dan negara maju lainnya di seluruh&#13;
Kawasan. Penyebab utama pekerja migran Indonesia lebih memilih negara tujuan tradisional&#13;
adalah kompetensi rendah yang tidak kompetitif apabila dibandingkan dengan pekerja migran&#13;
asal Philipina dan Vietnam yang sudah sesuai demand negara kompetitif.&#13;
Faktor penyebab lainnya adalah kebijakan yang dianut oleh nehara-negara kompetitif&#13;
tersebut adalah mekanisme free market atau pasar bebas. Dimana, urusan pemenuhan&#13;
kebutuhan tenaga kerja untuk semua sektor diserahkan kepada mekanisme pasar. Negara atau&#13;
Pemerintah negara tujuan tidak terlalu mencampuri skema penempatan, kecuali memastikan&#13;
bahwa setiap tenaga kerja asing yang masuk memenuhi ketentuan imigrasinya.&#13;
&#13;
Akibatnya, Indonesia tidak dapat memanfaatkan pasar kerja dan peluang kerja di negara-&#13;
negara yang kompetitif dengan akibat turunannya yaitu potensi remitansi yang amat besar tidak&#13;
&#13;
dapat diperoleh. Bandingkan dengan kecendrungan pekerja migran Indonesia yang tetap&#13;
berorientasi ke negara-negara tujuan tradisional seperti Malaysia dengan sektor yang terkenal 3&#13;
D (dirty, difficult, dangerous) dengan upah yang tidak terlalu besar yang berakibat pada&#13;
remitansi yang masuk tidak seimbang dengan jumlah PMI yang bekerja di luar negeri.&#13;
Remitansi tahunan sebesar Rp 200 Triliun dari sekitar 3.5 juta PMI yang tercatat di SISKO&#13;
penempatan PMI di BP2MI.&#13;
Novelti dari PP ini terletak pada Specific Destination Countries atau disingkat SDCs ke&#13;
seluruh Kawasan dengan fokus utama ke negara-negara dan sektor yang kompetitif sebagai&#13;
tujuan baru bagi para calon PMI. Untuk mewujudkan SDCs, perlu dilakukan transformasi&#13;
kebijakan yang selama ini sudah nyaman dengan orientasi negara tujuan tradisional yang&#13;
didominasi dengan jabatan sebagai pekerja rumah tangga, pekerja perkebunan sawit,&#13;
konstruksi, dan nelayan perikanan, menjadi berorientasi ke negara dan sektor yang kompetitif.&#13;
Isu organisasi BP2MI yang ada dianalisis dengan pendekatan SCOPE (Situation,&#13;
core_Competence, Obstacles, Prospect, Expectations). Sementara untuk komunikasi dan&#13;
advokasi sekaligus branding SDCs mempergunakan 7 P (Product, Promotion, Price, Place,&#13;
People, Proces, Physical Evidence). Pemetaan pemangku kepentingan adalah yang sangat&#13;
beririsan kuat dengan isu penempatan dan pelindungan PMI dalam empat kuadran, dimana&#13;
Laten, Aphetetics dan Defenders menjadi aktor-aktor dari gagasan perubahan dalam RPP ini.&#13;
PP ini ditujukan dalam mencapai 3 tujuan: Tujuan Jangka Pendek yaitu Pemetaan dan&#13;
Rekruktment Talent calon pmi dan gap kompetensi di daerah lambat tumbuh, tipologi afirmasi,&#13;
penetapan negara tujuan SDCs, pembuatan pedoman teknis SDCs dan advokasi publik;&#13;
Tujuan Jangka Menengah adalah Pelaksanaan afirmasi melalui pelatihan calon pmi untuk&#13;
negara tujuan SDCs yang berdampak; dan Tujuan Jangka Panjang adalah Desain strategi&#13;
pendidikan vokasi daerah lambat tumbuh untuk potensi pekerja migran indonesia dengan&#13;
negara tujuan SDCs.&#13;
PP ini juga telah memuat beberapa hal positif sebagai lesson learned dari benchmarking&#13;
kebijakan Pemerintah Viet Nam dalam tata kelola penempatan pekerja migran Viet Nam yang&#13;
berdaya saing dan kompetitif ke negara-negara dan sektor yang kompetitif. Benchamking&#13;
dilakukan pada tanggal 23-24 Juli 2024 di MOLISA dan 2 International Training Center di Ha&#13;
Noi, Viet Nam bekerja sama dengan KBRI di Ha Noi. Tag line: SDCs, Make Your Life&#13;
Great.***</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="338" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="337" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="336" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">47</subfield>
      <subfield code="b">0</subfield>
      <subfield code="c">30 cm</subfield>
      <subfield code="e">0</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="001">$a INLIS000000000020863</controlfield>
    <datafield tag="246" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pengentasan Kemiskinan Pada Daerah Tertinggal Melaui Specific Destination Countries (SDCs) (Reorientasi Penempatan Pekerja Migran Ke Negara Kompetitif)</subfield>
      <subfield code="b"/>
      <subfield code="c">Servulus Bobo Riti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Servulus Bobo Riti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">R 0042 PKN I 2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0426000020</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a"/>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">$a 260415###########################0######</controlfield>
    <controlfield tag="005">$a 20260415100958</controlfield>
  </record>
</collection>
