<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000002061</controlfield>
    <controlfield tag="005">20190523014227</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0718002061</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">190523################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9799533074</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">959.8038</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">959.838 Fat p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fatma A.M.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pengadilan HAM Ad Hoc Tanjung Priok Pengungkapan Kebenaran untuk Rekonsiliasi Nasional /</subfield>
      <subfield code="c">A.M. Fatwa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet Pertama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Dharmapena,</subfield>
      <subfield code="c">2015</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">lxix, 320 hlm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Pengungkapan Kebenaran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">959.8038 Fat p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berat dimasa lalu merupakan pekerjaan rumah yang tidak mudah disikapi di ere transisi politik menuju demokrasi. Kekuatan politik lama (pro-Orde Baru) senantiasa berusaha mencegah kekuatan-kekuatan reformis, para korban dan keluarga korban yang ingin mengungkap sisi gelap sejarah bangsa tersebut. disebabkan teriakan-teriakan kepentingan itulah, dari sekian banyak kasus masa lalu yang kental nuansa pelanggaran HAN-nya, hanya peristiwa Tanjung Priok 1984 yang berhasil diungkap (tentu masih sebagian fakta!) dan dihadapkan ke meja hijau "dewi keadilan yang buta" bernaka pengadilan HAM Ad Hoc. Tanpa dukungan internasional, seperti dalam upaya pengungkapan kasus pelanggaran HAM Timor Timur pasca-Jajak Pendapat 1999. Buku ini bukan saja menganalisis Peristiwa tanjung Priok dari beberapa versi yang ada, tetapi juga melaporkan tarikan-tarikan politik era transisi tersebut hingga keluarnya putusan tingkat pertama pengadilan HAM Ad Hoc Tanjung Priok.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">161118679</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
