<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000003001</controlfield>
    <controlfield tag="005">20190402110854</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0718003001</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">190402################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9798120019</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">.100</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">100 Kat p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kattsoff, Louis o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pengantar Filsafat /</subfield>
      <subfield code="c">Louis O. Kattsoff</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ed.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Tiara Waana,</subfield>
      <subfield code="c">1989</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xiii; 500 hlm. ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Dewasa ini kita banyak mendengar tentang pendidikan yang bebas dan kebutuhan pandangan yang luas. Pada hakekatnya apakah yang tersangkut dalam hal ini? Sesungguhnya banyak pendidikan dewasa ini disarkan atas suatu pandangan dunia yang mengatakan bahwa pencarian nafkah merupakan kebaikan tertinggi.Mmenghasilkan seoarang ahli yang cakap terlampau sering menjadi tujuan pendidikan yang hendak kita capai. Kita mendidik para ahli bidang kedokteran untuk menjadikan diri kita lebih sehat, demikian pula bidang-bidang lainnya; tetapi sayang, kita cenderung lalai mendidik ahli-ahli yang menjadikan kita lebih bijaksana. Mereka banyak mengajarkan kepada kita " Bagaimana cara berbuat ("Know How") tetapi bukannya mengapa berbuat demikian ("Know Why"). Untuk mengetahui mengapa orang berbuat, seseorang perlu memperoleh pendidikan khusus yang dapat membekali analisa yang kritis dan kecakapan bersintesa dalam memberikan tanggapan-tanggapan, tetapi disamping itu " mengapa berbuat demikian" hanya dapat diperoleh melalui proses yang bertentangan dengan pendidikan keahlian yang memusatkan perhatian kepada hal-hal yang khusus. Proses tersebut ialah penyusunan suatu pandangan dunia berupa sintesa, yang menjadikan "mengapa berbuat" mengandung makna: Suatu sintesa prinsip-prinsip yang paling umum disegala cabang pengetahuan.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Filsafat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">.100 Kat p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">23096</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">23096</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
