<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000000387</controlfield>
    <controlfield tag="005">20190724020058</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0718000387</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">190724################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9799222133</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">322.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">322.1 Sof a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sofyan, Muhammad</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Agama dan Kekerasan dalam Bingkai Reformasi /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Sofyan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Medeia Pressindo,</subfield>
      <subfield code="c">1999</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">vii; 115 hlm. ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Agama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">322.1 Sof a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="505" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Dalam banyak konflik kekerasan dan kerusuhan, agama acapkali muncul sebagai faktor pemicu. Tak jarang, orang melakukan aksi kekerasan atas nama agama. Kekerasan tersebut memunculkan pertanyaan-pertanyaan; betulkah keberagaman dan keberagaman agama memiliki andil terhadap merebaknya culture of violence? Adakah yang salah dengan pluralitas? Dalam masyarakat yang plural, tidak adakah mekanisme pengaman dari konflik dan sentimen SARA? Pertanyaan lebih lanjut; bagaimana peran agama dalam guliran era reformasi di TRepublik tercinta ini? Buku ini berisi jawaban awal terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut, sebagai titik awal menuju perenungan lebih mendalam terhadap dialektika antara praksis keberagaman dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama yang terjebak dalam  formalisme, dipolitisasi dan ditunggangi oleh pemimpin-pemimpin yang korup, perlu dimurnikan kembali sebagai sebuah ajaran pembawa damai.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02045755</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">01045754</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">01045754</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02045755</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
