<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000003375</controlfield>
    <controlfield tag="005">20190821035516</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0718003375</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">190821################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">979518284</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">297.14. Abi.a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Abidin, Zainal</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Alam Kuburdan Seluk-Beluknya /</subfield>
      <subfield code="c">Zainal Abidin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Rineka Cipta,</subfield>
      <subfield code="c">1991</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ix., 219 hlm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Alam Kubur</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297 Abi a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">cet.2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kematian adalah hak dan mutlak, yakni benar-benar akan dialami dan dirasakan ioleh setiap makhluk yang berjiwa. Namun kapan kepastiannya itulh yang kita tidak mengetahuinya karena hak itu merupakan Rahasia Tuhan Seru Sekalian Alam Semesta. Hal ini tentu kita semua telah memakluminya. Akan tetapi setelah kita disemayamkan didalam lubang sempit didalam tanah yang disebut kuburan, lantas kemana kelanjutannya dan bagaimana pula corak kehidupan setelah melewati pintu kematian itu? Inilah yang setiap orang tidak bisa mengenalinya secara pasti kecuali seperti apa yang telah kita ketahui dari penuturan para ulama, kiyai, pendakwah, partur, pendeta, penginjil, bhiksu, brahmana dan sebagainya yang tentu saja kisahnya lain kepercayaan (agama) lain pula ceritanya. Meskipun penuturan itu berdasarka kitab-kitab suci mereka masing-masing namun tetap masih merupakan suatu rabaan saja. Sedangkan yang pasti ialah seperti apa yang akan kita alami seidiri-sendiri kelak apabila sudah melewati pintu kematian.Akan tetapi tidak ada jeleknya dan ruginya apabila kita menyimak buku Alam Kubur dan Seluk Beluknya ini digali oleh penulisnya dari berbagai sumber akurat seperti Al Quran. hadis-hadis Nabawi, hikayat-hikayat dan sebagainya. Buku ini dihadirkan ketengah para pembaca yang budiman sebagai ancer-ancer ataupun pedoman sehingga kita bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mengumpulkan bekal guna kehidupan kelanjutan di balik pintu kematian yang mau tidak mau pasti akan mendatangi kita.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">04118848</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
