<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000000444</controlfield>
    <controlfield tag="005">20180724135004</controlfield>
    <controlfield tag="008">180724|||||||||   |   |||   |||| ||   | </controlfield>
    <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="0">010-0718000444</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">id</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">007</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="090" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">R 007 PIM I  3013</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Hardy</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Optimalisasi monitoring dan supervisi inisiatif percepatan rencana aksi transformasi tata kelola keuangan daerah provinsi Riau dalam upaya peningkatan kualitas opini auditor BPK RI.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Jakarta</subfield>
      <subfield code="b">Lembaga Aministras Negara RI</subfield>
      <subfield code="c">2013</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">36 Hlm. ; 30 cm.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Dalam rangka upaya penigkatan kualitas akuntabilitas pengelolaan dan pengawasan keuangan Negara/daerah, disamping peran pengawasan internal yang selama ini dikenal dengan the third line depence, tidak bisa dilupakan dan dilepaskan peran dan kiprah Tim monitoring dan Supervisi yang telah berjalan sejak tahun 2010 di Provinsi Riau. Tuntutan peran ini semakin mendesak dan berkembang sejalan dengan percepatan penataan system penyelenggaraan tata kelola kepemerintahan yang lebih baik (better human governance) dan lemahnya kapasitas aparat pengawasan internal, khususnya di Provinsi Riau yang masih berada pada Level I menurut IACM yang dilakukan BPKP.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1=" " ind2=" ">
      <subfield code="a">Tata kelola - keuangan daerah -- Proyek Perubahan PIM1</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
