<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000005300</controlfield>
    <controlfield tag="005">20250630083335</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0619000013</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="008">250630################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978 979 709 878 0</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">370 PEN</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pendidikan untuk Transformasi Bangsa :</subfield>
      <subfield code="b">Arah Baru Pendidikan untuk Perubahan Mental Bangsa /</subfield>
      <subfield code="c">TIM PGRI</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan ke 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Kompas,</subfield>
      <subfield code="c">2014</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xvi, 256 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendidikan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo perlu dijadikan paradigma dan arah pembangunan, khususnya pembangunan manusia Indonesia. Pendidikan adalah andalan terbesar dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa. Oleh karena itu, pendidikan mendatang harus menjadi pokok perhatian utama dalam upaya menjalankan ide revolusi mental. Pendidikan ke depan bukan sekadar memenuhi aspirasi pragmatik dan nasionalistik sebagai jalan pintas baik sebagai individu maupun komunitas, tetapi juga harus memenuhi aspirasi humanistis yang memualiakan kemanusiaan. Oleh sebab itu, pendidikan harus dipandang sebagai sebuah proses kebudayaan yang "mengeluarkan dan mengembangkan" (Latin, educare) daya pikir, daya rasa, daya karya, dan daya raga sesuai dengan jenjang pendidikan dan tingkat pertumbuhan peserta didik. Untuk menjalankan revolusi mental, kita memerlukan konsep dan blue print reformasi pendidikan, konsistensi, dan ketegasan dalam implementasinya. Buku ini merupakan respons komprehensif atas gagasan revolusi mental dan dimaksudkan menjadi masukan bagi pemerintahan baru.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">160518295</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">160518294</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
