<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000008772</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200616020617</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0620000058</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">200616################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9799075602</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.14 Usm p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Usman, Sunyoto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat /</subfield>
      <subfield code="c">Sunyoto Usman</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Pustaka Pelajar Offes,</subfield>
      <subfield code="c">2012</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">309 hlm. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1.Pembangunan, masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pembangunan jelas bukan sekedar perkara teknis-ekonomis; mengintroduksi dan mengimplementasikan &#13;
 proyek-proyek fisik atau mengucurkan subsidi. Pengaaman tiga dasawarsa lebih yang lalu (1966-1998) mengajarkan betapa pembangunan merupakan proses yang amat berurusan dengan harkat martabat manusia. Ditangan rezim Orde Baru, Pembangunan justru menunjukkan wajahnya yang eksploitatif dan monopolistik hampir diseluruh kehidupan bangsa ini. Atas nama pembangunan, rezim tersebut tampak leluasa berlaku tidak adil, tidak demokratis dan memusuhi siapa saja yang dianggap menghalangi kehendaknya. Alhasil, masyarakatpun hidup dengan dicekam ketakutan dan penderitaan. Belajar dari kebangkrutan moral dan legitimasi rezim semacam itulah, usaha pembangunan masyarakat yang mengandung relevansi emensipatoris hanya dapat dilakukan jika tidak memasukkan upayana pemberdayaan masyarakat. Bukan saja memerangi kemiskinan dan kesenjangan, tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk menjadi lebih aktif, penuh inisiatif dan mandiri menuju "Indonesia Baru".</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">131016098</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">131015841</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
