<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000008808</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200619101738</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0620000094</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">200619################f##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9799222265</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.72</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.72 Lat p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">latief, M. Syahbudin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Persaingan Calon Kepala Desa di Jawa /</subfield>
      <subfield code="c">M. Syahbudin Latief</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cet.1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Media Pressindo,</subfield>
      <subfield code="c">2000</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xxviii, 396 hal. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1. politik, kebudayaan, desa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Fungsi yang sangat mendasat dari lembaga-lembaga di desa ialah memberi wadah untuk pendidikan politik dalam arti luas. Jika warga diberi kesempatan bersuara dan ikut serta mengambil keputusan, maka lembaga-lembaga  yang ada desa bena-benar telah menjalankan fungsi pendidikan politik dalam arti luas. Didalam pilkades, terlihat yang tradisional bergandengan tangan dengan yang modern. Bagaimanapun juga modernnta pilkades, namun ketradisionalannya terasakan dalam hasrat sementara orang untuk mencalonkan jago yang masih dapat dilacak hubungan genealoginya dengan cikal-bakal desa. Secara politis, Pilkades dapat dipahami sebagai proses perebutan kekuasaan di tingkat desa. Oleh karena yang ingin menduduki jabatan kepala desa lebih dari satu orang, maka sebagai onsekuensi logis, munculnya persaingan diantara mereka tidak dapat dihindarkan. Mengapa mereka berminat mencalonkan diri? Bagaimana calon-calon kepala desa iyu berusaha memenangkan persaingan? cara-cara apa yang digunakan untuk mempengaruhi masyarakat desa agar berpihak keadanya?</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02095794</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">02095795</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
