<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000009008</controlfield>
    <controlfield tag="005">20200715101832</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0720000099</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">200715################g##########0#ind##</controlfield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9789794616390</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">320 Fir m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Firmanzah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">Marketing Politik Antara Pemahaman dan Realita /</subfield>
      <subfield code="c">Firmanzah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">ed.revisi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
      <subfield code="b">Yayasan Pustaka Obor Indonesia,</subfield>
      <subfield code="c">1012</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">xliii, 361 hal. :</subfield>
      <subfield code="b">ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">1. Politik-demokrasi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Marketing politik telah menjadi fokus perhatian banyak kalangan, tidak hanya antara akademisi maupun praktisi, tetapi juga antara politisi dengan marketer. Berada dalam persinggungan antara ilmu marketing dan politik membuat marketing politik sarat dengan pro dan kontra. Buku ini berdiri ditengah-tengah pro dan kontra dan mencoba mengakomodasi keberatan dari masing-masing kubu. Marketing politik telah dilakukan tidak hanya di negara maju seperti Amerika dan Eropa, tetapi kita juga dapat melihat fakta-fakta bahwa marketing politik juga telah diterapkan di Indonesia. marketing politik dilihat sebagai kebutuhan ketimbang sebagai suatu polemik sosial politik. Marketing politik dalam buku ini mencoba untuk mengembalikan kedudukan rakyat sebagai 'subyek' dan bukan 'obyek' politik bagi partai politik. Dari kondisi riil dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat luaslah produk politik harus disusun. Kegagalan untuk mengangkat permasalahan yang dihadapi oleh masyarat kedalam program politik membuat partai dan kandidat 'teralienasi' dan 'asing' terhadap rakyatnya sendiri. Konsekuensi logis dari hal ini adalah partai dan kandidat politik akan tersingkir dari persaingan politik yang semakin terbuka dan transparan.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Perpustakaan Lembaga Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">131016092</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
