Detail Katalog

ID: 21362
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

Pengentasan Kemiskinan Pada Daerah Tertinggal Melaui Specific Destination Countries (SDCs) (Reorientasi Penempatan Pekerja Migran Ke Negara Kompetitif) / Servulus Bobo Riti

Edisi: 1

Pengarang:
Servulus Bobo Riti;
Penerbit:
Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN,
Tempat Terbit:
Jakarta :
Tahun Terbit:
2024
Bahasa:
###
Deskripsi Fisik:
47 0 30 cm 0
Nomor Panggil:
R 0042 PKN I 2024
Control Number:
INLIS000000000020863
BIB ID:
0010-0426000020
Catatan
Kekuatan pokok dari Proyek Perubahan ini terletak pada SDCs sebagai terobosan
strategis dalam mempersiapkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia untuk
bekerja di sektor dan negara-negara kompetitif seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia,
Selandia Baru, Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, Austria, dan negara maju lainnya di seluruh
Kawasan. Penyebab utama pekerja migran Indonesia lebih memilih negara tujuan tradisional
adalah kompetensi rendah yang tidak kompetitif apabila dibandingkan dengan pekerja migran
asal Philipina dan Vietnam yang sudah sesuai demand negara kompetitif.
Faktor penyebab lainnya adalah kebijakan yang dianut oleh nehara-negara kompetitif
tersebut adalah mekanisme free market atau pasar bebas. Dimana, urusan pemenuhan
kebutuhan tenaga kerja untuk semua sektor diserahkan kepada mekanisme pasar. Negara atau
Pemerintah negara tujuan tidak terlalu mencampuri skema penempatan, kecuali memastikan
bahwa setiap tenaga kerja asing yang masuk memenuhi ketentuan imigrasinya.

Akibatnya, Indonesia tidak dapat memanfaatkan pasar kerja dan peluang kerja di negara-
negara yang kompetitif dengan akibat turunannya yaitu potensi remitansi yang amat besar tidak

dapat diperoleh. Bandingkan dengan kecendrungan pekerja migran Indonesia yang tetap
berorientasi ke negara-negara tujuan tradisional seperti Malaysia dengan sektor yang terkenal 3
D (dirty, difficult, dangerous) dengan upah yang tidak terlalu besar yang berakibat pada
remitansi yang masuk tidak seimbang dengan jumlah PMI yang bekerja di luar negeri.
Remitansi tahunan sebesar Rp 200 Triliun dari sekitar 3.5 juta PMI yang tercatat di SISKO
penempatan PMI di BP2MI.
Novelti dari PP ini terletak pada Specific Destination Countries atau disingkat SDCs ke
seluruh Kawasan dengan fokus utama ke negara-negara dan sektor yang kompetitif sebagai
tujuan baru bagi para calon PMI. Untuk mewujudkan SDCs, perlu dilakukan transformasi
kebijakan yang selama ini sudah nyaman dengan orientasi negara tujuan tradisional yang
didominasi dengan jabatan sebagai pekerja rumah tangga, pekerja perkebunan sawit,
konstruksi, dan nelayan perikanan, menjadi berorientasi ke negara dan sektor yang kompetitif.
Isu organisasi BP2MI yang ada dianalisis dengan pendekatan SCOPE (Situation,
core_Competence, Obstacles, Prospect, Expectations). Sementara untuk komunikasi dan
advokasi sekaligus branding SDCs mempergunakan 7 P (Product, Promotion, Price, Place,
People, Proces, Physical Evidence). Pemetaan pemangku kepentingan adalah yang sangat
beririsan kuat dengan isu penempatan dan pelindungan PMI dalam empat kuadran, dimana
Laten, Aphetetics dan Defenders menjadi aktor-aktor dari gagasan perubahan dalam RPP ini.
PP ini ditujukan dalam mencapai 3 tujuan: Tujuan Jangka Pendek yaitu Pemetaan dan
Rekruktment Talent calon pmi dan gap kompetensi di daerah lambat tumbuh, tipologi afirmasi,
penetapan negara tujuan SDCs, pembuatan pedoman teknis SDCs dan advokasi publik;
Tujuan Jangka Menengah adalah Pelaksanaan afirmasi melalui pelatihan calon pmi untuk
negara tujuan SDCs yang berdampak; dan Tujuan Jangka Panjang adalah Desain strategi
pendidikan vokasi daerah lambat tumbuh untuk potensi pekerja migran indonesia dengan
negara tujuan SDCs.
PP ini juga telah memuat beberapa hal positif sebagai lesson learned dari benchmarking
kebijakan Pemerintah Viet Nam dalam tata kelola penempatan pekerja migran Viet Nam yang
berdaya saing dan kompetitif ke negara-negara dan sektor yang kompetitif. Benchamking
dilakukan pada tanggal 23-24 Juli 2024 di MOLISA dan 2 International Training Center di Ha
Noi, Viet Nam bekerja sama dengan KBRI di Ha Noi. Tag line: SDCs, Make Your Life
Great.***
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional RDA Cataloging
Informasi Eksemplar & Metadata
Format MARC21 - Total 21 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
001 # # $a INLIS000000000020863 0
005 # # $a 20260415100958 0
008 # # $a 260415###########################0###### 0
020 # # $a 0
035 # # $a 0010-0426000020 0
082 # # $a 0
084 # # $a R 0042 PKN I 2024 0
100 _ # $a Servulus Bobo Riti 0
245 # # $a Pengentasan Kemiskinan Pada Daerah Tertinggal Melaui Specific Destination Countries (SDCs) (Reorientasi Penempatan Pekerja Migran Ke Negara Kompetitif) $b $c Servulus Bobo Riti 0
246 # # $a 0
264 # # $a Jakarta : $b Pusbangkom Pimnas dan Manajerial ASN, $c 2024 0
300 # # $a 47 $b 0 $c 30 cm $e 0 0
336 # # $a 0
337 # # $a 0
338 # # $a 0
520 _ # $a Kekuatan pokok dari Proyek Perubahan ini terletak pada SDCs sebagai terobosan strategis dalam mempersiapkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia untuk bekerja di sektor dan negara-negara kompetitif seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, Austria, dan negara maju lainnya di seluruh Kawasan. Penyebab utama pekerja migran Indonesia lebih memilih negara tujuan tradisional adalah kompetensi rendah yang tidak kompetitif apabila dibandingkan dengan pekerja migran asal Philipina dan Vietnam yang sudah sesuai demand negara kompetitif. Faktor penyebab lainnya adalah kebijakan yang dianut oleh nehara-negara kompetitif tersebut adalah mekanisme free market atau pasar bebas. Dimana, urusan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja untuk semua sektor diserahkan kepada mekanisme pasar. Negara atau Pemerintah negara tujuan tidak terlalu mencampuri skema penempatan, kecuali memastikan bahwa setiap tenaga kerja asing yang masuk memenuhi ketentuan imigrasinya. Akibatnya, Indonesia tidak dapat memanfaatkan pasar kerja dan peluang kerja di negara- negara yang kompetitif dengan akibat turunannya yaitu potensi remitansi yang amat besar tidak dapat diperoleh. Bandingkan dengan kecendrungan pekerja migran Indonesia yang tetap berorientasi ke negara-negara tujuan tradisional seperti Malaysia dengan sektor yang terkenal 3 D (dirty, difficult, dangerous) dengan upah yang tidak terlalu besar yang berakibat pada remitansi yang masuk tidak seimbang dengan jumlah PMI yang bekerja di luar negeri. Remitansi tahunan sebesar Rp 200 Triliun dari sekitar 3.5 juta PMI yang tercatat di SISKO penempatan PMI di BP2MI. Novelti dari PP ini terletak pada Specific Destination Countries atau disingkat SDCs ke seluruh Kawasan dengan fokus utama ke negara-negara dan sektor yang kompetitif sebagai tujuan baru bagi para calon PMI. Untuk mewujudkan SDCs, perlu dilakukan transformasi kebijakan yang selama ini sudah nyaman dengan orientasi negara tujuan tradisional yang didominasi dengan jabatan sebagai pekerja rumah tangga, pekerja perkebunan sawit, konstruksi, dan nelayan perikanan, menjadi berorientasi ke negara dan sektor yang kompetitif. Isu organisasi BP2MI yang ada dianalisis dengan pendekatan SCOPE (Situation, core_Competence, Obstacles, Prospect, Expectations). Sementara untuk komunikasi dan advokasi sekaligus branding SDCs mempergunakan 7 P (Product, Promotion, Price, Place, People, Proces, Physical Evidence). Pemetaan pemangku kepentingan adalah yang sangat beririsan kuat dengan isu penempatan dan pelindungan PMI dalam empat kuadran, dimana Laten, Aphetetics dan Defenders menjadi aktor-aktor dari gagasan perubahan dalam RPP ini. PP ini ditujukan dalam mencapai 3 tujuan: Tujuan Jangka Pendek yaitu Pemetaan dan Rekruktment Talent calon pmi dan gap kompetensi di daerah lambat tumbuh, tipologi afirmasi, penetapan negara tujuan SDCs, pembuatan pedoman teknis SDCs dan advokasi publik; Tujuan Jangka Menengah adalah Pelaksanaan afirmasi melalui pelatihan calon pmi untuk negara tujuan SDCs yang berdampak; dan Tujuan Jangka Panjang adalah Desain strategi pendidikan vokasi daerah lambat tumbuh untuk potensi pekerja migran indonesia dengan negara tujuan SDCs. PP ini juga telah memuat beberapa hal positif sebagai lesson learned dari benchmarking kebijakan Pemerintah Viet Nam dalam tata kelola penempatan pekerja migran Viet Nam yang berdaya saing dan kompetitif ke negara-negara dan sektor yang kompetitif. Benchamking dilakukan pada tanggal 23-24 Juli 2024 di MOLISA dan 2 International Training Center di Ha Noi, Viet Nam bekerja sama dengan KBRI di Ha Noi. Tag line: SDCs, Make Your Life Great.*** 0
650 _ # $a Kemiskinan, Program Rakyat 0
700 _ # $a 0
740 # # $a 0
856 # # $a Perpustakaan Pusat LAN 0
csr # # $a e7964c6366ef07f159dff4a934423354 0
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name
Informasi Katalog

Ditambahkan: 15 Apr 2026
Export